Senin, 23 Maret 2009

Persaingan Sempurna

pasar persaingan sempurna ala kapitalis sudah menjangkit kronis di pesta demokrasi 2009

total 1.6 juta lebih calon legislatif (Metro TV,19 maret 08) siap bersaing berebut kursi kekuasaan yang rentan KKN

bagaimana tidak rentan KKN di DPR saat ini, bertumpuk kewenangan besar, mulai kewenangan legislasi, anggaran, pengawasan, rekrutmen jabatan publik, serta "hujan" kewenangan lainnya yang diberikan oleh undang-undang. Dan itu secara garis besar dikerjakan sendiri oleh DPR, tanpa mekanisme "checks and balances" yang memadai.

lucunya lagi Metro TV mengangkat issue "sudah siapkah daya tampung RS Jiwa di Indonesia?" mengingat diprediksi akan banyak manusia Indonesia yang gila jabatan akan mengalami gila-gilaan dikejar-kejar hutang

Yups..sepertinya duduk sebagai anggota dewan berarti harus memiliki kemampuan duduk diatas paku. Jika tidak memiliki kemampuan itu..., kursi itu akan memakan korban entah di dunia atau di akherat nanti.


semoga ada hikmah di situ

Senin, 16 Maret 2009

CITA-CITA'KU

"Saya kagum dengan salah satu cita-cita kawanmu di kelas ini, dia ingin jadi anggota dewan!"
benar-benar berpikir diluar kotak(teori berpikir diluar kotak adalah cara berpikir kreatif, dimana seseorang mengeluarkan idenya berbeda dari orang lain/kebiasanya-dianalogikan "box/kotak")


sepertinya masih terngiang-ngiang apa yang dikatakan guru BP waktu kelas 3 SMA dulu. Bermula dari kegiatan mengisi kuisioner untuk menjaring apa cita dan keinginan setelah lulus nanti. Hampir semua teman ingin mewujudkan keinginan untuk melanjutkan kuliah dan mendapat gelar sarjana, ada juga beberapa yang ingin jadi anggota ABRI (sekarang TNI-Polri)... tapi aku, hehehe... ingin jadi anggota dewan!

bukan iseng atau cita-cita yang muncul tiba-tiba..semua ini ada prosesnya. Bermula saat "mengikuti" study tour kampus dimana ayahku mengajar, dan salah satu tujuannya adalah gedung DPR RI. Disana kami semua masuk ke ruang sidang utama, sementara yang lainnya berdiri sambil mendengarkan presentasi wakil dari sekretriat dewan, aku yang masih kelas 1 SMA pecicilan duduk di kursi terdepan sambil tanganku merogoh laci meja disitu! Hopla..ada papan nama yang indah bertuliskan nama seseorang.. hmm kelihatannya keren neh! dan dari situlah nafsuku mulai tersulut..apalagi kalau sudah melihat prosesi sidang DPR-MPR di senayan.. hmm kelihatannya gagah dan keren banget! mereka wakil masyarakat yang mewakili apa yang dinamakan demokrasi dan memiliki kekuasaan di atas/sama dengan Presiden.

tapi itu dulu

sekarang aku seperti manusia yang lain
mulai berpikir ada yang salah dengan cita-citaku dulu

Anggota Dewan
1. mereka sebagian besar hanya segerombolan "manusia?!?" yang berseragam dan merasa memiliki kekuasaan untuk mempersulit manusia yang lain
2. Selalu merasa benar, ketika merasa mempunyai dukungan besar
3. Mengatur berdasarkan kepentingan pribadi atau golongan
4. Memiliki kekuasaan untuk tidak diawasi (uups ada badan kehormatan yang fungsinya luar biasa hebat!sampai-sampai Taufik Kiemas yang tidak pernah masuk kerja saja tidak disenggol-senggol)
4. memiliki gaji yang luar biasa tidak masuk akal
bagaimana masuk akal...
Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali. Rutin perbulan meliputi :
a. Gaji pokok : Rp 15.510.000
b. Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
c. Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
d. Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
e. Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
f. Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan

plus

g. Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
h. Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000, dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000.

Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:

j. Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
k. Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU

l. Plus PENSIUN untuk kerja 5 tahun yang mendebarkan

Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah.
Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000.

Hasilnya mereka bekerja dengan LUAR BIASA EFEKTIF




Nah ini menjawab pertanyaan kenapa kampanye ini layaknya Srimulat Idol?

Selasa, 10 Maret 2009

Kambing Jantan The Movie ..benar-benar dikorbankan

Semangat banget hari minggu itu, setelah pulang ngajar outbond dan Alhamdullilah masih sempat tidur siang akhirnya malam itu kututup kegiatan seharian dengan nonton kambing jantan the movie...

semuanya dimulai dengan amat sangat baik
hari yang cerah, tiket gampang dan posisi nyaman, perut kenyang, dan masih sempet ke wc biar nonton tidak terganggu acara beser

tapi.. (yup, awalan "tapi" selalu berkonotasi negatif!)

Filmnya itu lho.. ternyata jauh api dari panggang

saran buat Radith..

1. Tiru cara andrea hirata dalam mefilm'kan laskar pelangi, disana jiwa yang tergambar didalam buku semakin mantab terasa saat difilmkan
2. Untuk film yang selanjutnya tidak usah bekerjasama dengan group india yang cuma bikin perfilman Indonesia seperti pelacur.. "sok pasar'.. yang jelas tergambar itu bukan jiwa kambing jantan tapi seri konyol dari AADC (ada apa dengan cinta)
3. Saat membuat cerita bayangkan penonton akan merasa termotivasi terhadap setiap detik peristiwa yang terekam bukan film yang memaksakan diri ingin dilihat keren, sukses, super idol,... sombong!!! wah itu kata yang paling sering diucapkan saat diskusi pasca nonton film ini
4. yang menghibur di film ini cuma saat ayah radith dan harianto keluar.. selain itu hanya kenorakan dari tipikal sinetron indonesia
5. soal gaya cerita bertutur sah-sah aja, tapi makin bagus kalau yang ngomong berkarakter bukan seperti orang berdeklamasi
6. siapkan dana buat bikin efek, masak mimpi meraih uang kok tergambar kayak film indie yang bebudget minim
7. Film kok scene perscene begitu pelan..sepertinya tidak ada sesuatu yang bikin penasaran, degdegan atau apapun itu (perasaan nonton tapir kawin di discovery channel lebih "seru" daripada film ini)

mau menyalahkan radith kok tidak tega yaa, tak pikir dia paling korban mafia india perfilam Indonesia yang hobinya menghancurkan dunia film indonesia itu sendiri. kalau memang suka dibilang sukses yaaa monggo saja, tapi dalam kesimpulan bagus tidak film ini jelas terlihat dari hampir sebagian penonton ngantuk dan menganggap seperti "sinetron" yang dipadatkan jadi 2 jam....

kesimpulannya hasil nonton film ini adalah

Kasihan.... sebuah buku yang bagus dibantai hanya demi sebuah kesan sukses "buku ini sudah di filmkan"


coba kalau mau mencontoh eksplorasi tim yang mefilmkan laskar pelangi atau ayat-ayat cinta.. pasti hasilnya tidak membosankan seperti ini


*sigh*

Senin, 02 Maret 2009

Berbagi Ilmu

akhirnya ketemu juga link buat berbagi materi presentasi
Link ini luar biasa, karena jadi bisa tambah ilmu plus studi banding (duh kaya' anggota dewan aja) sampai seberapa bagus tampilan yang selama ini tak pakai presentasi

kalau ada yang tertarik silahkan gabung saja ke www.slideshare.com



mantab banar dah kalau orang banjar komentar...