Selasa, 07 September 2010

Doa...

sesungguhnya Allah SWT menyukai hamba yang meminta kepadaNYA, bahkan Tuhanku akan cemburu saat kita berharap selain dariNYA....

maka angkatlah kedua tanganmu..dan memohonlah
atau sujudkan keningmu dan memintalah

sebagaimana Daud AS memohon "sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu.."

semoga Alloh SWT mengabulkan doa dan memberikan barokah atas apa yang ditakdirkan kepada kita semua......amin



Doa Meminta Jodoh
Allaahumma anta khaliqu kulli nafsin
wajaa'ilu kullin minha zaujahaa fahab Mi zaujanshaalihaa.

"Ya Allah ya Tuhan kami! Engkau Pencipta setiap jiwa dan Engkaulah yang menjadikan
setiap jiwa itu pasangannya/ jodohnya, maka berikanlah kepada kami jodoh (suami/istri) yang saleh.


Doa Menggauli Istri
Allaahumma jannibnisy-syaithaana, wajannibisy-syaithaana maa razaqtanii.

"Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan (perbuatan yang buruk) dari anakku." (HR. Bukhari)


DO’A KETIKA AKAN BERSANGGAMA (Berhubungan Intim)

BISMILLAAHI ALLAAHUMMA JANNIBNASY SYAITHAAN, WA JANNIBISY SYAITHAAN, MAA RAZAQTANAA.

Artinya: Dengan nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami, dan jauhkanlah setan dari rejeki kami (anak kami atau sanggama kami).


Doa Minta Mulia dan Kaya

Allaahumma innii dla'iifun faqawwinii
wa innii dzaliilun fa a'izzanii wa innii
faqiirun fa aghninii yaa arhamarraahimiina.

artinya; "Ya Allah, sesungguhnya aku lemah,maka kuatkanlah. dan aku adalah hina,maka muliakanlah. Dan aku adalah fakir, maka kayakanlah. Ya Allah zat yang paling Penyayang."


DOA MEMOHON KELONGGARAN REJEKI
Allaahumma yaaghaniyyu yaa
kariimu yaadzal fadl lil'adhiimi yaa waasi'al'
athaa-i walkarami.Allaahumma aghninii bihalaalika
wa akfinii bifadl lika 'amman siwaaka."

artinya; Ya Allah, Dzatyang kaya, Dzatyang Maha Pemurah,Dzatyang mempunyaianugerah yang agung, Dzat yang luas pemberian-Nya dan yang pemurah.
Ya Allah,perkayakanlah aku dengan apa-apa yang Engkau halalkan,dan cukupkahlah untukku dengan keutamaan-Mu dari siapa saja yang selain Engkau."


DOA SELAMAT
Allaahumma innaa nas-aluka 'aafiyatan warahmatan 'indalmauti wamaghfiratan ba'dal mauti.
Allaahumma hawwin 'alainaa fiisakaraatil mauti wannajaata minarinaari wal 'afwa 'indal hisaabi.
Rabbanaa laatuzigh quluubanaa ba'da idzhadaitanaa wahablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu.Rabbanaa aatinaa faddunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa 'adzaa bannaari."

artinya; Ya Allah kami mohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan,tambahnya ilmu, berkahnya rezeki,dapat ampunan sebelum mati, dan dapat ampun-an sesudah mati.
Ya Allah ringankanlah kami nanti diwaktu sakaratul maut,dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka dan memperoleh ampunan di saat hari perhitungan.
Ya Tuhan kami janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka."


DOA'A MEMINTA AMPUNAN DOSA

ALLAA HUMMAGHFIR LII WA KHATHAAYAAYA KULLAHAA

Artinya: Ya,Allah, ampunilah dosaku dan semua kesalahanku.


DO'A PEMBUKA HATI

RABBISY RAHLII SHADDRIL. WA YASSIR LII AMRII.
WAHLUL'UQDATAN MIN LISAANII YAFQAHUU QAWLII.

Ya, Tuhanku, lapangkanlah hatiku, mudahkanlah urusanku lancarkanlah lisanku, agar mereka mengerti perkataanku.


DO'A KETIKA SUSAH

YAA HAYYU YAA QAYYUUM

Artinya: Ya Allah Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri.(Hadist).

Keterangan:
Dalam hadist pernah disebutkan: Bahwa Nabi saw. jika ditimpa kesusahan lalu memandang ke l;angit sambil SUBHAANALLAAHIL'AZHIIM (= Maha Suci Allah Yang Maha Besar).

Dan jika do'anya itu amat penting maka membaca YAA HAYYU YAA QAYYUUM.(Hadist).

Juga Nabi saw. bersabda yang artinya:
Do'a Nabi Yunus ketika berada dalam perut iklan yang besar yaitu membaca:
LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUB HAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN.

Artinya: Tidak ada Tuhan yang lain kecuali Engkau ya Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang zalim(kejam atau berdosa).
(HR.Turmudzi).


DO’A MEMOHON PETUNJUK.

ALLAAHUMMA INNII AS ALUKAL HUDAA WAS SADAAD

Artinya: Sesungguhnya aku memohon pada-Mu berupa petunjuk dan kelurusan
(HR.Muslim).


DO’A UNTUK MENGHILANGKAN KEMARAHAN

ALLAA HUMMAGH FIR LII DZANBII WAADZ HIB GHAIZHA QALBII
WA AJIRNIIMINASY SYAITHAAN.

Artinya: Ya, Allah, ampunilah dosaku,dan hilangkanlah kemarahan hatiku,dan hindarkan;ah aku dari setan.


yup, ini hasil CoPas.... so thanks buat www.kontakjodohmuslim.com

Rabu, 11 Agustus 2010

Hidup itu penuh Teori

dalam hidup ada 3 ungkapan yang selalu coba kupegang (orisinil gawean ku dewe, jadi yang mau ikut ngutip... please cantumkan nama pembuatnya yang satu ini)

1. Terencana
2. Terukur
3. Terlaksana

herannya....banyak manusia yang cuma mengambil sebagian atau salah satu dari 3 kalimat bijak (..ehm, tolong lihat lagi siapa si bijak yang dimaksud wkwkwkwk...) diatas

sebagai contoh (guru mode on)
ada beberapa mahluk yang mengambil "terencana" sebagai kegiatan mereka sehari-hari,
jadi kerjaannya cuma berencana teruuus, mungkin kalau sms pekerjaan yang cocok buat mahluk ini selain di air yo' jadi petugas pendamping Keluarga Berencana
mahluk yang satu ini paling sering ditemui saat S1 dulu... ampe' senep saking seringnya lihat dan sliwar sliwer dimukaku. Ada saja rencana mereka, entah bikin usaha, pengin kaya..bahkan mu masuk sorga dengan obsesi dikelilingi bidadari yang full terbayangkan persis penthousenya Playboy. jika saja wacana mereka diketik, mungkin 1-2 Rim bisa terwujud dalam 1 jam saja..lengkap dan totally detail bro'..dan yakin wes kalian juga sering lihat mahluk seperti ini.

..tapi

soal pelaksanaannya?!? Nol kosong..eits nol masih angka tuh...Zip, ora ono blass

mungkin tepat yang dibilang pak Ustadz, mereka yang suka tidur setelah shubuh, rejekinya jauuuh..entah disamber ayam atau ditotol kucing (lho..!?!).
Lah' gimana tidak jauh? sementara yang lain sudah sibuk mencari sesuap nasi sepiring berlian..ini mahluk malah sibuk ngimpi sambil monyongin mulut..ngiiiler!

Ilmu Manajemen sendiri memang menetapkan rencana sebagai bagian penting dalam berokegiatan khussnya ngorganisasi..tapi kalau terlalu sibuk berwacana kemudian terseret dalam ketakutan abstrak bahkan praduga jelek yang tidak karuan..saran saya sih, tidak perlu terlalu berwacana! Pertimbangkan saja rencana yang flexibel dan jelas bisa diimplementasi.

ada juga yang males menerapkan "terukur" dalam bekerja. Unik sih, biasanya mereka ini mahluk yang hobi alesan..., contoh, "maaf pak target tidak tercapai karena bla..bla..bla.. tapi yang penting kan saya kerja !"

OMG... (iki asline artine opo to? wkwkwkwkw..sok gaul tenan ora eling umur)

lha..kalau kita beli baju atau sepatu saja ada ukurannya, kok bisa dalam menjalani hidup tidak mau di ukur?

tidak perlu analogi yang panjang lebar untuk mahluk seperti ini, kalau saja mereka mau mencoba memakai sepatu dengan ukuran seadanya dan kemudian tetep keukeh ngumbar alasan.

tapi mungkin yang tersengsara adalah jenis mahluk yang hobi "melaksanakan" asal jalan. Boleh jadi dia memiliki jenis usus yang panjang, sehingga sabar melalui jalan berliku dan selalu terantuk jatuh mengglepar dan tetap berusah berdiri meski terus ketlindes karena bangun di tengah landasan pesawat.

capeeeek....., tapi buat yang beruntung biasanya mahluk jenis ini bisa melaju ke puncak.

..dan yang menarik

biasanya orang ngawur itu menarik, unik, fenomenal, dahsyat luar biasa, serta banyak yang suka melihat (sambil gedek-gedek serta bergumam "oaaalah le' ndisik ibumu ngidam opo to?")


sebaiknya, terapkan 3 kata bijak diatas

rencanakan,ukur dan laksanakan apa yang ingin kau perbuat (Victor Novianto)

Jumat, 25 Juni 2010

Sudah Tua Minus Etika


..capek deh,
dulu aku selalu mengira kalau sudah senior lama di tempat kerja mereka itu bijak
ternyata...
cuma jago ngosip
sok etis padahal cuma preman tukang tagih
dan lucunya
...selalu merasa lebih suci

padahal kalau saja mereka mau ngaca
membandingkan institusi yang sekarang dengan yang diluar
mungkin katak yang ada di got itu baru sadar
bahwa selama ini
mereka tidak memiliki KOMPETENSI

.......ah, sepertinya tidak perlu sok menceramahi mereka
dunia sudah menunjukan kok
kalau hobi berwacana itu tidak pernah menjadikan mereka pemenang dari apapun

manusia memang dinilai dari apa yang bisa diberikan
bukan hanya apa yang bisa diminta dari orang lain
mungkin ini yang disebut miskin sebenarnya
ketika kegiatan produktif tidak dimiliki
kemampuan tidak diakui
dan hanya masa lalu yang dikenang

---kasihan banget---

Kamis, 29 April 2010


Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ ‘Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia’.

Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak orang. Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomena ini. Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama. Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.

Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat membuka situs www.lifeafterlife . com dan hasil penelit ian Raymond tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.

Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.

Sebelum Aslina memberi kesaks ian , pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi.
Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun.

Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) . Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia . Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi.

”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu.
Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat.

Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ”ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.

”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,”begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yg memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu.

Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutnya, terlalu sakit mati itu.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa
malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat
di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina.

”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ”siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu. "

Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu berpaka ian serba hijau.

Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaks ian bagaikan seorang muballighah.

Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis, badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.

Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin utk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaks ian nya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat.
Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok.

Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya.

Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.” Mendengar itu ayah saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”.

Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akulah (amal) kamu.”

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ”Siapa manusia ini?”

Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.

Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat.

Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh.

Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar.

Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya.Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.

Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat) baik,red).

Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. ”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya > melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina.

Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul disatu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah. ” Manusia-manusia itu juga memohon. ”Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”

Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah. Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat.

Legisan mengemukakan pula, mungkin diantara alumni ESQ yang hadir pada Ahad (24/9) malam itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya, rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang hampir sama.

”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua, ”ujarnya. Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang mati suri.

Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia melihat rekaman seluruh apa yg telah ia lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang mati suri itu berkata: ”Dan aku ingin agar aku dapat kembali & membatalkan semuanya.”

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,”

Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100: Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).

Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemud ian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan. Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan kesaksiaannya saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Setelah acara, banyak di antara alumni yang bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto bersama Aslina.

Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan tersebut.


Nb : Bagikan cerita ini kepada semua orang, agar mereka mendapat hikmahnya dari cerita ini. Ternyata hidup ini hanya sementara, dan hanya amal serta hati yang bersih yang menuntun kita menuju jalan kehadapan Illahi.